Teknologi Keren Dibalik ASANA

iMeusers apakah ada yang sudah tau dengan ASANA? sebenarnya ASANA ini merupakan penolong saya karena dalam bekerja saya kurang suka dan kurang mahir dalam membalas Email Teamwork, sesuai dengan moto dari ASANA adalah “Teamwork Without Email” tampilannya yang sangat user friendly sangat menarik untuk dibaca dibandingkan email.

ASANA merupakan sebuah aplikasi web untuk manajemen kerja sebuah tim baik untuk mengatur task list maupun project list atau project management tools and collaboration, yang menawarkan simplicity dan tampilan yang menawan untuk memudahkan kita mengatur task-task di project kita.

Asana didirikan oleh dua jebolan Facebook, Dustin Moskovitz (co-founder Facebook) dan Justin Rosenstein (tech lead and engineering manager Facebook). Mereka berdua lalu merekrut banyak developer dari Google untuk bersama-sama mengembangkan Asana. Dirilis secara resmi pada November tahun 2011 yang lalu, Asana menjadi sebuah startup teknologi yang menarik banyak minat investor untuk berinvestasi dan mengucurkan dananya demi perkembangan Asana.

Penasaran dengan ASANA kan? kamu bisa kunjungi webnya disini https://asana.com

Screen Shot 2014-09-04 at 11.40.15 AM

Apa saja sih fitur- fitur dari ASANA ini

 

Single Sign On dengan RINFO
Kalau kita berkunjung ke ASANA pada halaman utamanya terdapat “Signin Up Using Google” karena Rinfo berpondasi pada Google. Maka dari itu kita sebagai pengguna Rinfo sangatlah diuntungkan

HTML5 Technology
Asana menggunakan teknologi HTML5 dan responsive web design, sehingga ukuran aplikasi web-nya bisa berubah menyesuaikan dengan besar layar sebuah gadget yang mengaksesnya. Jadi Anda bisa menggunakannya dengan nyaman pada browser di gadget kesayangan Anda.

Multiple Workspaces
Fitur ini memberikan Anda kebebasan dalam mengatur ruang kerja proyek Anda. Anda bisa membuat sebanyak-banyaknya ruang kerja dan berkolaborasi dengan tim yang berbeda-beda. Misalnya Anda membuat ruang kerja untuk : Private Project, Family Project, Volunteering, dan lain sebagainya.

People Views
Dengan fitur ini Anda dapat mencari task list dan mengatur prioritas kerja dari rekan satu tim. Anda bisa menandai sebuah task list menjadi prioritas utama dengan mengatur waktunya.

Follow Tasks or Projects
Anda bisa mengikuti perkembangan dari sebuah task list maupun project yang Anda jalankan bersama rekan-rekan tim. Selain itu Anda juga bisa menambahkan rekan kerja lagi dalam task list atau project tersebut.

Real-Time
Anda akan mendapatkan notifikasi perkembangan kerja project Anda secara real-time selama anda terkoneksi dengan jaringan internet.

Activity Feed
Selain notifikasi, Anda juga akan menerima history, komentar maupun diskusi dari setiap task list di dalam sebuah project. Jadi Anda bisa memahami secara utuh perkembangan dari project tersebut.

Fast Flow System and Shortcut
Asana diciptakan dengan sangat memperhitungkan kecepatan pengguna dalam mengaksesnya. Asana menyuguhkan shortcut pada keyboard, mengurangi jumlah load halaman dan sedikit sekali menggunakan klik kiri/kanan pada mouse.

mungkin masih banyak sekali fitur-fiturnya yang tidak bisa saya jelaskan satu-satu namun kalian bisa kunjungi link berikut ini https://asana.com/guide/learn ada tutorial dalam video loh.

Sekarang saya mau membahas dibalik layar ASANA ini tools apa saja yang digunakan untuk mendukung workflow didalam tim internal Asana. Oke langsung saja ya…

1. Amazon Web Services

Asana menggunakan AWS sebagai platform cloud computing mereka. Alasannya sederhana, AWS dianggap sebagai platform cloud computing yang paling solid saat ini. Sampai saat ini, semua production services Asana berjalan diatas Amazon EC2 instances.

2. MySQL

Asana menggunakan MySQL untuk databasenya. Tepatnya Mysql dengan InnoDB yang berjalan diatas Amazon Relational Database Service (Amazon RDS)

3.Memcache

Untuk distributed caching, Asana menggunakan Amazon ElastiCache

4. Kraken

Saya sendiri kurang begitu mengerti kegunaan dari Kraken ini. Yang jelas, tools ini buatan internal dari tim developer Asana dan telah di-opensource-kan. Silakan cek reponya disini

5. Elastic Search

Asana menyediakan fitur untuk pencarian task, dan engine searching dibelakangnya adalah Elastic Search. Sebuah search engine berbasis Apache Lucene

6. Scribe

Asana menggunakan Scribe untuk logging pada sisi backend, yaitu terutama untuk mencatat setiap event dan behaviour yang dilakukan oleh user. Yang nantinya log tersebut akan dianalysis dan digunakan untuk re-indexing data untuk keperluan searching

7. v8cgi

v8cgi sekarang lebih dikenal dengan nama NodeJS. Bukan sesuatu yang mengejutkan jika Asana memakai NodeJS untuk backendnya. Salah satu concern Asana adalah tentang data real time, dan NodeJS sangat cocok untuk menghandle hal tersebut. Selain itu, dengan menggunakan NodeJS, developer dapat men-share sebagian besar kode untuk sisi server dan client, karena sama-sama menggunakan bahasa pemograman Javascript.

8. A custom dispatcher (“JSWeb”)

Dibuat dengan menggunakan Erlang, berjalan di semua webserver production Asana, dan bertugas untuk mengirim setiap request ke NodeJS process

9. Nginx

Berada tepat didepan Custom dispatcher dan mengurusi semua hal yang berada di level HTTP protocol seperti keepalive, gzip, request logging, dll.

10. haproxy + stunnel

Asana menggunakan HAProxy untuk Load Balancer

Teknologi-teknologi diatas sebagian besar adalah teknologi yang sudah dikenal luas dan merupakan hal yang cerdas jika menggunakannya untuk membangun suatu sistem yang stabil dan scalable

Often, to do great things we must stand on the shoulders of giants. , – Greg Slovacek

Sedangkan tools untuk mendukung workflow kerja dan kolaborasi tim developer, Asana menggunakan beberapa tools sebagai berikut

1. Chocolate

Sepertinya, para developer Asana sangat menyukai coklat sampai-sampai Greg Slovacek memasukkan ini ke perlengkapan wajib saat coding 🙂

2. Asana

Aneh rasanya jika perusahaan yang membuat tools project management tidak memakai produknya sendiri untuk memanage project di kantornya 🙂 . jadi jangan berharap orang-orang di Asana memakai tools semacam Microsoft Project atau Basecamp

3. Google Docs

Google Docs adalah tools kolaborasi kelas wahid untuk mengatur hal-hal yang berkaitan dengan dokumen. Selain Google Docs, Asana juga sempat menggunakan Google Mail, yang sekarang telah di-replace menggunakan fitur Inbox di Asana

4. Git

Jaman sekarang, tidak pakai Git justru hal yang aneh. Sepertinya tidak perlu saya jelaskan lagi kenapa tim developer di Asana, dan jutaan tim developer lainnya menggunakan Git

5. Phabricator

Code Review tools asli buatan internal Facebook. Cek tools yang amazing ini disini

6. Jenkins

Jenkins udah jelas untuk Continous Integration. Topik menarik ini akan dibahas di beberapa artikel berikutnya 🙂

7. Minotaur

Tools buatan internal Asana yang digunakan sebagai error-reporter yang terintegrasi penuh dengan Asana via API. Tiap terjadi crash di sistem milik Asana, Minotaur akan mencatat dan menggenerate report. Bahkan, jika ada developer yang me-push code dan code tersebut menyebabkan problem, Minotaur secara otomatis akan mengeluarkan alert

8. Desk

Asana menggunakan Desk untuk helpdesk system

9. Recurly

Asana menggunakan Recurly untuk billing system

Bagiamana? Kita bisa belajar bagaimana perusahaan sekelas Asana memanfaatkan teknologi yang ada untuk mengembangkan aplikasi yang handal. No reinvent the wheel, stand on the shoulders of giants, and just focus on your product development. Lain kali akan kita bahas dibalik layar website-website besar lainnya.

*Dikutip dari situs tanya jawab Quora, Greg Slovacek, salah seorang developer yang bekerja di Asana membocorkan sedikit beberapa teknologi yang digunakan oleh timnya di Asana untuk membangun project management software yang reliable dan scalable.

setelah kalian membaca yang keren-keren dari ASANA diatas sekarang kalian juga ingin tau kan kredibilitas dari ASANA? siapa saja yang sudah menggunakan dan apa komentarnya?

1. Dropbox

dropbox

“Within a week, we just felt like a team. It was this awe-inspiring moment. The power of Asana is incredible.”

⋮ Rian Hunter, Software Engineer

2. Variable

variable

“Asana enables us to exceed our clients’ expectations by keeping our work and priorities organized and accessible anywhere, at any time.”

⋮ Tyler Ginter, Creative Producer

3. NationBuilder

nationbuilder

“With Asana, any time spent on a project is now meaningful time.”

⋮ Adriel Hampton, President of Community

4. Mission Bicycle

missionbikes

“Asana keeps everyone on our team happy and on task, so we can spend less time organizing projects and more time on creative work.”

⋮ Zachary Rosen, Owner

5. Foursquare

foursquare

“Asana has became an indispensable group communication tool.”

⋮ Noah Weiss, Product Manager

6.  Harvard Undergraduate Council

harvarduc

“Asana has made us more transparent and has helped everyone to be honest with their work.”

⋮ Tara Raghuveer, President, Harvard’s Undergraduate Council

sebenarnya masih banyak lagi tapi kalian kunjungi saja ya sendiri disini hehehehhheee

10 thoughts on “Teknologi Keren Dibalik ASANA

  1. Menurut saya ini project Asana sangat menarik. Dari yang saya pahami tentang tulisan ini, Asana membantu organize project secara tim. Untuk itu, saya anggap ini cermi sebagai proposal thesis. Kelengkapan yang belum ada, kamu bisa susul cermi tambahan, yang kamu link. Diantaranya latar belakang. Pertanyaannya, latar belakang nya sudah cukup atau belum. Apa itu latar belakang, kalau kita bilangin sejarah Asana, itu adalah latar belakang. Sejujurnya, latar belakang itu lebih kearah tempat dan keadaan yang sekarang ini berjalan.

  2. @untungrahardja : Task manager memang bukan hal yang baru, namun apa yang dilakukan aksana ingin mengubah mindset task manager bisa digunakan senyaman social media. Yang lebih extrem asana ingin membuat kita bisa bekerja tanpa adanya email.
    Tapi apa sebenernya yang kita inginkan?
    1. Saat 1 teamwork saling bekerjasama dan memberikan task kepada sesama team nya, apakah ada pilihan accept or reject?
    2. Pada saat orang yang diberikan tugas sudah menyelesaikan tugas yang kita kerjakan, apakah ada apresiasi dengan memberikan point? dengan point tersebut kita bisa mengukur seberapa banyak pekerjaan yang sudah dilakukan
    3. Apakah asana bisa dijadikan dashboard untuk kita terus memonitor pekerjaan kita?

    Dibalik kecanggihan yang ada tentunya kita lihat bagaimana sebenarnya kita mampu membuat asana menjadi kendaraan utama yang selalu digunakan setiap hari.

    thanks

  3. OK Erick cerita ini sangat menarik untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan bidang teknologi informasi. Selanjutnya diperkaya lagi wawasan dan pemahaman ini secara terus menerus melalui berbagai kajian literature dan diskusi dengan teman-teman sebanyak mungkin. Karena diskusi ilmiah seperti sangat penting dan selanjutnya arahkan ke metodologi yang benar sebagai bahan pembuatan thesis. Selamat bekerja ditunggu minggu depan perkembangannya.

Leave a Reply